My Family

Inilah Keluarga Kecilku di Surabaya

Puisi Gus Mus

Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana

Ma Lii Habibun Siwa Muhammad

Aku Mencintai-Mu Tanpa Ku Tahu Siapa Diri-Mu

Tak Kan Terganti

Alunan Simfoni yang Sebenarnya Aku Tak Ingin Mendengarkan Lanjutannya

Showing posts with label Ilmu Nahwu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Nahwu. Show all posts

Wednesday, 30 January 2013

Senandung Kalimat Tahlil

2 comments

Dari Mu'adz ibn Jabal, ia berkata "sabda Raulullah SAW: Siapa yang akhir kalamnya "Laa Ilaha Illa Allah" maka ia akan dimasukkan surga" (Rowahu Abu Dawud). Betapa bahagianya orang dari golongan tersebut. Allahumma ij'alna minhum, Amiin..

Kalimat thoyyibah yang memiliki arti "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah" itu memang ringan diucapkan, namun sangat berat timbangan pahalanya. Begitu beratnya sehingga orang yang ucapan terakhirnya adalah kalimat "Laa Ilaha Illa Allah" dijanjikan surga. Tidak main-main memang.

Sifat daur dan tasalsul yang mustahil dimiliki Tuhan telah menunjukkan keesaan-Nya, bahwa Tuhan tidak boleh lebih dari satu. Ya, makna yang terkandung dari lafadz tersebut sangat jelas. Lafadz "Laa" yang memiliki faidah nafi lil jinsi berfungsi untuk menafikan (meniadakan) isim (kata benda) yang jatuh setelahnya.

Saturday, 11 August 2012

Ada Yang Janggal Dengan Niat Puasa Romadlon

0 comments

Bulan Romadlon adalah satu bulan yang sangat dinanti-nanti oleh semua muslim tiap tahun. Sangat banyak keutamaan di bulan ini dibanding dengan bulan lainnya. Namun di sini yang akan saya bahas bukan mengenai bulan Romadlonnya, tapi mengenai lafadz niat puasanya. Bukan mempermasalahkan “niat yang dilafadzkan”, tapi lebih pada koreksi nahwu pada pelafadzan niatnya. Mungkin mengenai “niat yang dilafadzkan” bisa dibaca di artikel saya yang lain. Khusus untuk artikel ini mari kita diskusikan tentang lafadz niat puasa terlepas dari itu bid’ah atau tidak. Tentu yang akan saya bahas adalah lafadz niat yang populer dan berkembang di masyarakat awam.

Sesungguhnya lafadz niat itu tidak ada patokannya karena niat bukan pada mulut tapi pada hati. Oleh karena itu pada artikel ini saya batasi niat yang akan dibahas, yaitu niat puasa yang biasa diucapkan secara berjama’ah setelah jama’ah sholat tarawih pada masyarakat awam. Sering saya (mungkin kita) jumpai lafadz niat puasa yang populer adalah sebagaimana yang tertulis di bawah ini:
نويتُ صوم غدٍ عن اداءِ فرضِ شهرِ رمضانَ هذهِ السنة فرضا لله تعالى

Bagikan Halaman Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More